Petani di seluruh dunia menghadapi krisis yang mengancam ketahanan pangan global. Kami mengidentifikasi akar masalah untuk memberikan solusi tepat.
Berdasarkan riset dan data lapangan, kami mengidentifikasi tiga masalah fundamental yang menghambat produktivitas pertanian.
Sistem irigasi yang ada saat ini sangat tidak efisien dan boros air.
Perubahan iklim menghadirkan tantangan baru yang sulit diprediksi.
Keputusan pertanian masih berdasarkan intuisi, bukan data ilmiah.
Masalah pertanian bukan hanya lokal, tetapi telah menjadi krisis global yang mengancam ketahanan pangan dunia.
Jumlah orang yang mengalami kelaparan global meningkat 150 juta sejak pandemi.
Lahan pertanian global mengalami degradasi akibat praktik pertanian yang tidak berkelanjutan.
Pertanian mengonsumsi 70% air tawar dunia, namun efisiensi masih sangat rendah.
Data dan pengalaman langsung dari petani di berbagai daerah di Indonesia.
"Dulu saya menyiram sawah setiap hari tanpa tahu apakah tanah benar-benar butuh air. Hasil panen saya turun 30% dalam 3 tahun terakhir. Saya harus bekerja lebih keras tapi hasilnya semakin sedikit."
"Saya tidak tahu kapan harus menanam yang tepat. Kadang hujan datang terlalu cepat atau justru kemarau panjang. Tanaman saya sering gagal panen karena saya tidak punya informasi cuaca yang akurat."
AgriNova hadir untuk menjawab setiap tantangan yang dihadapi petani. Dengan teknologi canggih dan pendekatan berbasis data, kami membantu petani meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan.